Tour to Bali: Day 4

September 17, 2006

Baca dulu: Tour to Bali: Rencana Besar

Hari terakhir di Bali, tidak terasa sudah empat hari. Rencananya hari ini kita akan main watersport. Saya sih dari dulu pengen nyobain parasailing, pengen nyobain gimana rasanya terbang bebas hanya berbekal parasut yang ditarik sama speedboat. Rencananya sih kita berangkat pagi, namun karena ada beberapa teman yang masih ingin belanja di Sukawati, jadinya di-undur ke siang hari saja. Kita dijemput oleh yang punya watersport sekitar jam 12. Karena lama nunggu yang belanja di Sukawati sama belanja ikan di pasar buat makan siang akhirnya jadi ngaret :D . Tapi walaupun siang banget akhirnya kita berangkat menuju Tanjung Benoa. Pas tiba disana seperti biasa, suasanya sepiii, hanya terlihat 2 orang cewek Korea yang mungkin baru pesan atau udahan maen watersportnya. Menurut abang-abang guide watersport, katanya biasanya rame sama turis domestik sekitar bulan Desember, bahkan bisa sampe ngantri. Karena pihak watersport menawarkan paket scuba diving gratis parasailing, maka banyak temen yang ngambil paket itu. Saya tadinya keukeuh mau parasailing aja (duit agak ada), tapi karena semua ngambil paket diving yo wiss ikut aja dengan bantuan pinjaman lunak :D . Scuba diving itu bener-bener nyelam sampe kedalaman sekitar 7-8 meter, nggak kayak snorkeling yang hanya di permukaan saja. Sebelum diving, setelah memakai baju diving yang seksi kita diberi pengarahan oleh dua master diving. Jadi intinya kalau di dalam air jangan panik. Kita diajarin gimana cara bernafas lewat mulut, cara mengurangi tekanan air di telinga, cara ngeluarin air di mulut, air yang masuk ke google, semua ada tekniknya. Bahkan cara berkomunikasi di air pun diajarin, dengan beberapa bahasa isyarat standar.

(more…)

Tour to Bali: Day 3

Baca dulu: Tour to Bali: Rencana Besar

Arca Ganesha Hari ketiga tidak ada pantai-pantaian. Beruntung saya sudah lumayan puas main ombak di Dreamland, tapi masih pengen…. Rencana hari ini adalah ke tempat jauh. Sukawati, Goa Gajah, Kintamani, Tampak Siring, Besakih.
Sengaja pagi-pagi sudah ke pasar Seni Sukawati supaya lebih leluasa belanja, katanya pasar ini tutup jam 17:00. Disini katanya bisa dapet berbagai macam souvenir dengan harga miring. Walaupun harga pertama yang ditawarkan adalah harga bandara, tapi jika kita lihai dan alot dalam menawar bisa dapet sampai 1/4 dari harga pertama!! Makanya jangan malu-malu nawar disini, biarpun cowok, apalagi yang bokek harus berjuang setengah mati. Disini saya hanya beli beberapa baju dan kain bali saja, oh iya dan salak bali yang 5 kilo tp ternyata cuman 3 kilo ketika ditimbang di bandara :D .
(more…)

Tour to Bali: Day 2

Baca dulu Tour to Bali: Rencana Besar
Ada sedikit perubahan jadwal, hari ini rencananya kita akan ke Kintamani, Ubud dan Sukawati. Namun karena mayoritas ingin ke Sukawati pada Minggu saja, jadinya hari ini kita menuju: Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Dreamland, Kuta, jadi lebih banyak tema pantai-nya. Hari ini Pak Dewa agak sedikit telat (mungkin beliau mengantisipasi anak-anak yang pada telat mandinya kayak kemaren :D ), ternyata katanya AC mobilnya rusak dan harus diperbaiki. Pas ditengah jalan, diputuskan oleh beliau bahwa mobil ini tidak layak untuk diajak jalan-jalan hari ini dan harus diganti. Karena tempat jasa tour Pak Dewa tidak terlalu jauh, jadi dalam waktu yang tidak terlalu lama sebuah mobil pengganti sudah tiba, sepertinya mobil ini lebih keren, ada gordennya, dan berwarna biru sesuai dengan tema pantai kita hari ini.
Objek pertama yang dituju adalah Garuda Wisnu Kencana atau GWK, ini nantinnya akan menjadi patung paling tinggi dan paling megah sedunia, lebih tinggi dari Liberty. Namun saat ini hanya sebagian yang baru jadi yaitu patung Dewa Wisnu dari kepala sampai perut dan patung Garuda. Terbuat dari campuran tembaga, bagian-bagian lain sedang dikerjakan di Bandung. Daerah objek wisata GWK ini berupa perbukitan kapur yang tandus, tapi sekarang ini sedang dibenahi (makanya tiket masuknya lebih mahal :D ), bukit-bukit kapur dipahat seperti bangunan (awalnya katanya pake dinamit), dan diatasnya terdapat banyak sekali bougenville yang berbunga merah, indah sekali dilihat dari atas. Dari sini juga dapat dilihat tempat landasan pesawat Bandara Ngurah Rai.
(more…)

Tour to Bali: Day 1

Baca dulu: Tour to Bali: Rencana Besar

Sesuai jadwal tujuan wisata kita kali ini adalah: Taman Ayun, Bedugul, Alas Kedaton, Tanah Lot. Jam 9:00 sebuah mobil elf putih dari sebuah jasa tour sudah menunggu di depan gerbang. Sang sopir sekaligus tour guide kita sudah menunggu dengan senyum lebarnya yang khas, dialah Pak Dewa yang akan menemani kita jalan-jalan selama 3 hari (hari terakhir gak jasa tour). Beruntung kita dapat tour guide yang ramah, murah senyum, gak rese, gak matre dan pengetahuan tentang objek wisatanya luas beserta latar belakangnya, ya beliau memang orang Bali aseli, wangsa Ksatria, asal Klungkung katanya (lengkap kan :D ).
Tujuan pertama adalah Taman Ayun, tadinya saya pikir taman bermain, ada ayun-ayunan dan jungkit-jungkitan, tapi ternyata Ayun itu hanya nama saja (entah apa artinya), bukan dari ayun-ayunan. Disana ada pura yang indah sekali. Oh iya sepanjang jalan saya heran kenapa gak ada kendaraan umum di Bali, kayak angkot di Bogor ato metromini di Jakarta. Jalanan di Bali boleh dibilang bersih dari kendaraan umum, yang ada hanya kendaraan pribadi dan motor. Katanya hampir setiap rumah punya motor, hampir di setiap jalan dapat ditemui showroom motor atau bengkel motor. Hal ini mengakibatkan jalanan terlihat lengang, gak ada macet-macetnya. Kembali ke Taman Ayun, disini kita hanya melihat Pura saja, sambil mendengarkan penjelasan dari Pak Dewa. Beberapa Bule berbahasa Spanyol (atau Latin? pokoknya bukan English) pun terlihat menikmati pemandangan Pura. Saya pun terkagum-kagum dan sangat iri dengan orang Bali yang bisa menguasai beberapa bahasa Asing dan fasih menggunakannya.
(more…)

Tour to Bali: Rencana Besar

Rencana Besar
Saya kurang tahu siapa yang mencetuskan ide ini pertama kali. Hanya saja sekitar dua bulan yang lalu ketika masuk ruangan tempat kerja, anak-anak lagi pada ribut tentang adanya tiket superhemat dari maskapai AirAsia dengan tujuan Denpasar. Karena timing-nya kurang tepat pada awalnya saya rada menolak rencana itu. Pertama, kondisi keuangan belum stabil setelah pembelian laptop itu, tabungan menipis. Kedua, pesan tiketnya jauh-jauh hari, sementara belum tentu pada hari H keberangkatan itu kita bener-bener free dari kerjaan (hehe yang ini sih gak gitu masalah sebenernya). Namun ada dorongan lain yang lebih kuat: Pertama, ini adalah kesempatan pertama kali nyobain naik pesawat (sumpah, blom pernah). Kedua, ya tujuannya Bali men! Bisa maen di Dufan aja sudah luar biasa bagi saya. Sekarang Bali, kata orang-orang kan ini Pulau Dewata, semua keindahan ada disini, bahkan nama Bali lebih terkenal di mancanegara daripada Indonesia. Bolehlah refreshing sekali-sekali, sebagai programmer disini kesempatan untuk keluar kantor sangat jarang, bahkan ikut seminar pun tidak dianjurkan. Paling kalau ada pengenalan program baru ke cabang-cabang itupun kalau beruntung dapet proyek yang ada sisi client-nya. Ketiga, denger-denger sekarang di Bali banyak banget turis Jepang, hehe siapa tau ada yang kawaii trus bisa diajak kenalan dan ngobrol :D . Tuh kan dorongan untuk ke ikut serta-nya lebih banyak, maka daripada itulah akhirnya diputuskan saya ikut pesen tiket bareng-bareng. Yang lebih mencengangkan adalah semua orang satu ruangan pada ikut, padahal kita berangkat bukan di hari libur loh..Makanya kita sebut ini rencana besar, tidak ada orang lain yang tahu kecuali mereka yang ikut mesen tiket :D
(more…)

Kerjaan paling asyik

September 6, 2006

Profesi yang saya geluti sekarang ini programmer, tiap hari kerjaannya melototin monitor sampe mata perih… yah walopun gak tiap hari koding. Menurut saya kerjaan ini cukup menyenangkan dan penuh tantangan, sesuai dengan latar belakang pendidikan IT saya. Walapun pada awalnya kurang berminat dengan profesi ini, tapi saya berusaha menikmatinya (dengan diselingi browsing+chatting itu :D ). Karena apapun kerjaannya kalau tidak dinikmati malah bikin stress (Tapi belakangan ini malah koding-nya yang jadi selingan di antara chatting dan browsing…klo sempet)

Sebenarnya ada banyak sekali pekerjaan yang saya inginkan, apalagi kalau ditanya cita-cita dari jaman dahulu kala, dari mulai pengen jadi detektip, petualang (gara2 sering nonton pelem), sampe yang standar kayak dokter, presiden, dll…oh iya baru-baru ini malah pengen jadi pilot (gara nonton Good Luck :D ), sayang udah telat :(

Tapi jika ditanya kerjaan apa yang paling asyik dan bikin saya ngiri (sekaligus ngiler)? Hmm.. pernah nonton Wisata Kuliner di TransTV? Acara kalau gak salah tayang tiap hari Senin-Jum’at jam 14:00. Saya cuman nonton beberapa kali sih. Tapi.. bener-bener ngiri banget sama host acara itu, kerjanya tiap hari jalan-jalan, nyari restoran atau rumah makan, trus nyicipin deh, dibayarin pula:D. Belakangan diketahui bahwa nama host itu adalah Bondan Winarno, dan setelah diselidiki ternyata beliau ini orang terkenal, punya seabrek pengalaman dan profesi, penulis senior, pengasuh rubrik Jalansutra di KCM, rubrik Kiat di Tempo, komisaris Agrakom (pantesan ada detikfood :D ) dan lain-lain. Jadi kalo ngelihat karirnya sih gak mungkin ujug-ujug tiba-tiba aja bisa jalan-jalan, makan terus dibayarin, semuanya pasti lewat proses yang panjang :D Pokoknya salut lah sama beliau

Gak apa-apa kan ngiri sama kerjaan orang lain? Sekarang baru jadi wannabe gak ada modal …Jikalau boleh berhayal pengennya sih wisata kuliner kayak gitu sebagai kerja sampingan aja (tapi tetep ada yg bayarin..), dan gak perlu pake komentar-komentar, jadi kalau habis nyicipin suatu masakan ekspresi-lah yang berbicara, kalau perlu pake body language ajah kayak Kuroyan di Yakitate Japan :D (jadi gak ada acara ngomong2an).
Ya uudah besok kita jalan-jalan…ke…..ah ntar di entry lain…;)