Gigiku

October 11, 2006

Sebenarnya saya termasuk jarang sekali sakit gigi. Kalaupun sakit tapi tidak pernah lama, paling hanya sehari. Makanya ketika sakit gigi hampir seminggu kemaren (tepatnya dimulai pada hari ketiga di Bali) saya rada panik. Tidak biasanya. Setelah menelaah apa kira-kira yang jadi penyebab sakit gigi tiada terkira itu barulah saya mengerti. Awal bencana dimulai pada hari kedua. Waktu itu semua jenis makanan dan minuman masuk ke mulut dan diproses gigi saya. Pertama sarapan (nasi goreng klo gak salah), gak sikat gigi, udah keburu dijemput mobil tour. Makan siang ayam Kalasan. Trus pas di Dreamland air laut dan pasir yang sangat mungkin sekali mengandung bakteri yang berlimpah masuk mulut (dan perut) saya. Setelah itu di Joger makan eskrim kombinasi 3 rasa, cokelat, stroberi, dan cokelat chips (2 rasa berarti :D ). Setelah sholat Ashar, makan semangka dingin di depan mesjid (deket Ngurah Rai, lupa namanya). Dilanjutkan pas malamnya di Jimbaran makan malam seafood, udang dan cumi. Belum lagi selama di mobil tour mulut selalu ngemil permen (waktu itu Fox crystal rasa mint).

Pas pulang udah malem banget, sikat gigi saya pada malam itu tiada ketemu. Akhirnya tanpa merasa berdosa saya tidur tanpa sikat gigi. Barulah pada hari ketiga mulai terasa kawanan bakteri menyerang gigi geraham saya. Menurut feeling, sakit gigi ini tidak seperti biasa, karena semua penjuru gigi terasa ngilu dan sakit, geraham atas bawah, kiri kanan, menjalar sampai nyut-nyutan ke kepala. Dan benar! Feeling saya so good, sakit gigi ini terus berkelanjutan sampai pulang dari Bali.

Karena tidak kuasa menahan derita berkepanjangan, sampai pernah demam dan gak masuk kantor, diputuskanlah untuk pergi ke dokter gigi. Kalau diinget-inget terakhir kali ke dokter gigi itu pas SMP, ketika mau cabut 2 gigi geraham yang berlubang. Wah sudah lama sekali. Oh iya gigi saya belum pernah ditambal, jadi kalau berlubang ya tunggu sampai tiba saatnya dicabut saja. Tapi saya sadar kalau dibiarkan begitu terus lama-lama gigi pasti habis.

Dari rekomendasi teman, pergilah saya ke dokter gigi yang praktek di jalan Sudirman Bogor. Sang dokter menemukan 4 gigi geraham saya berlubang dan harus segera ditambal. Ngeri sekali kalau memikirkan gigi yang di-bor itu. Apalagi saya pernah baca salahsatu novel Agatha Christie tentang pembunuhan oleh orang yang nyamar sbg dokter gigi (judulnya: Satu Dua Pasang Gesper Sepatunya), hiii. Tapi ternyata pas dibor gak begitu kerasa kok, kecuali ketika ujung bor menyentuh dasar gigi (syaraf atau pulpa ya?). Agak sakit dikit tuh, nyuuut gitu ke kepala.

Tambal gigi kalau bolongnya gede tidak bisa langsung, tetapi ditambal sementara dulu. Tambalan ini berfungsi untuk mematikan syaraf-syaraf gigi. Warna tambalannya putih dan hanya tahan seminggu. Jadi harus datang lagi ke dokter seminggu kemudian untuk ditambal permanen dengan logam amalgam. Tarif tambal sementara satu gigi adalah 50 ribu, tambal permanen 150 ribu, jadi total satu gigi 200 rebu. Wedew mahal amat. Dulu cabut gigi aja gratis di puskesmas desa saya (pake ASKES :D ). Untunglah sekarang juga ada keringanan asuransi dari kantor.

Sang dokter yang perhatian melihat susunan gigi saya yang agak kurang beraturan. Beliau menyarankan untuk pasang kawat gigi. Saya tanya berapa kira-kira ongkos kawat gigi. Kemudian seorang rekan dokter lainnya memeriksa gigi saya, katanya gigi saya gak terlalu parah, ongkosnya paling cuman 6-8 saja. Tadinya saya pikir 800 rebu gitu, pas ditanya ternyata beliau bicara dalam satuan juta. Wedew bisa beli satu leptop lagi tuh. Ya udah gak jadi, lagian repot ngurusnya, yang penting gigi masih bisa dipake ngunyah dulu lah.

Alhamdulillah setelah beberapa kunjungan ke dokter gigi, sakitnya hilang. Saya dipesenin supaya lebih rajin sikat gigi, dan berkumur setelah makan. Gigi itu aset seumur hidup, jaminan menikmati dunia, apalagi kalau punya cita-cita pengen ngerasain semua masakan enak seluruh dunia. Teknologi sekarang belum ada yang mampu untuk me-regenerasi gigi. Jangan mau deh sakit gigi….Kalau ada yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, pikir-pikir dulu deh…

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://anmsid.blogsome.com/2006/10/11/gigiku/trackback/

  1. Gravatar Image

    aa’ add saia dunk..di blogroll nya…

    http://www.broken-hurt.org

    leonardo

    ya..ya..ya…

    meskipun belum gitu kenal tapi saia pembaca setia blog na a’ anmsid ^^

    koq dah jarang posting a’ ? sibuk yaaa ?

    Comment by leonardo — October 11, 2006 @ 4:57 pm

  2. Gravatar Image

    lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi!!! setubuuuuuhhhhhhhhh!!!!

    Comment by leonardo — October 11, 2006 @ 4:59 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.