Selain mengagumi keindahan salah satu ras ciptaan Tuhan seperti Horikita Maki dan kawan-kawan nan kawaii lainnya, alasan lain mengapa saya sangat tertarik dengan dorama Jepang adalah bisa mengenal bermacam-macam profesi yang diperankan dalam dorama tersebut. Dorama yang pernah saya tonton itu baru sedikit, apalagi jika dibandingkan dengan list yang ada di doramalover atau d-addicts, namun dari beberapa dorama tersebut hampir selalu menampilkan sosok dengan profesi yang berbeda. Dari mulai profesi yang dekat dengan keseharian kita sampai profesi yang baru saya tahu ketika nonton dorama tersebut. Sebut saja pemain piano (Long Vacation), penata rambut (Beautiful Life), pilot pesawat komersil (Good Luck) sampai pembalap mobil formula (Engine) (lohh, itu kan Takuya Kimura semua yang main
).
Belakangan nonton, ada pramugari (Attention Please, Good Luck), perawat (Nurse Aoi), dokter (1 Litre of Tears), guru (GTO, Gokusen, Hotman, Majou no Joken) , pengacara (Dragon Zakura), detektif (Kindaichi, Det Conan), tukang tahu (1 Litre of Tears, Nobuta wo Produce), perangkai bunga (Seikei Bijin), penipu ulung (Kurosagi, hehe ini profesi gak bener), arsitek (Boku Dake no Madonna), chef/koki (Lunch no Joou), tukang sepeda (Summer Snow), pekerja departemen store (Moto Kare), dari Moto Kare bahkan saya baru tahu kalau ada yang namanya elevator girls yaitu pemandu para tamu di lift. Semuanya disajikan dengan sangat mem-bumi, jadi dari yang tadinya mungkin nggak terlalu ngeh dengan profesi tersebut, jadi lebih mengenal dan respek terhadapnya.
Profesi yang diperankan ini ikut menentukan jalannya cerita, jadi tidak hanya merupakan pelengkap yang sebenarnya nggak perlu. Hebatnya lagi, sepertinya para aktor/aktris-nya menguasai sekali profesi yang diperankannya. Tentunya mereka mengadakan riset yang serius terhadap profesi-profesi tersebut. Dengan beragamnya profesi tersebut maka nonton dorama Jepang tidak pernah terasa membosankan, karena selalu ada suasana baru di setiap tayangannya.
Dengan mengenal profesi yang berlainan itu pula kita bisa belajar menghargai pekerjaan orang lain. Dan tentu saja bisa lebih menghargai profesi sendiri, karena sebenarnya tidak ada profesi yang mudah jika tidak sungguh-sungguh menjalaninya. Bagi yang belum mempunyai profesi (masih sekolah) bisa mendapat banyak inspirasi cita-cita masa depan.
Indonesia yang jumlah penduduknya lebih banyak tentu saja lebih beragam lagi profesi yang dimiliki penduduknya. Sayangnya yang lebih sering diekspos ke sinetron itu-itu saja, seperti eksekutif muda sukses yang mewarisi perusahaan orang tua (kerja apaan, perusahan apaan gak tahu, yang penting gaya eksekutif), dukun santet, kiai yang bisa ngusir hantu, mertua galak dan menantu tak berdaya saja (lah 2 yg terakhir itu bahkan bukan profesi
).
Namun ada satu profesi yang belum saya temuin di dorama Jepang, yaitu sopir Bajaj! Karenanya saya tetap setia nonton Bajaj Bajuri
Kesimpulannya? Kalo ada yang punya dorama banyak, copy dong