Nyari HP baru

February 26, 2007

Kebutuhan HP saya sekarang ini sudah dipenuhi oleh SE T230. Barang jadul ini sudah sekitar 3 tahun menemani, tanpa masalah berarti. Namun akhir-akhir ini dia sudah mulai menunjukkan tanda-tanda udzur usia, gak reponsif (dari dulu sih :p), batere kadang ngedrop tapi pas dicharge baru dicolokin udah langsung full indikator-nya. Jadi rada khawatir nih, mesti nyari penggantinya.
Selama ini kebutuhan utama HP bagi saya adalah (diurut berdasar prioritas):

  1. Lihat jam. Saya gak punya jam tangan, jadi screensaver berupa jam digital jadi andalan
  2. Alarm bangun pagi. Karena jam weker rusak alarmnya :D
  3. Lihat tanggal. Kadang-kadang suka lupa hari dan tanggal berapa
  4. SMS
  5. Nelpon
  6. Nyatet janji/acara penting

Jikalau tetap bertahan dengan kebutuhan tersebut, sebuah HP sederhana seperti Motofone F3 mungkin cocok buat saya. Tapi sebenarnya saya juga pengen HP yang rada canggih dikit seperti bisa jadi MP3 Player, bisa buat modem dan fungsi organizer yang lebih keren. Yang penting design-nya jangan bulky, jenis clamshell (flip) lebih disukai (karena klo di dorama kok HP-nya clamshell semua, jadi pengen nyoba :D ). Ya sebenarnya cuman itu sih, gak butuh itu kamera atau perekam video.
Ada saran?

[Update 01/03/2007]

Jadinya beli motofone f3 :D , simpel namun seksi. Kebutuhan utama saya, lihat jam dan alarm terpenuhi :D . Ini HP dapet seken dari seseorang yg katanya kapok setelah make baru 1 hari, jadi dijual 350 rebu.
Sebenarnya teknologi display-nya itu keren juga, kontras dan jelas terbaca di segala kondisi cahaya. Hanya saja font-nya kegedean, jadi cuman muat 2 baris, harus scroll ke pinggir. Perlu latihan juga buat terbiasa sama menu-menu nya. Dan harus dibiasakan baca teks gede-gede yang aneh :D .
Lah terus fungsi organizer-nya? Gak ada kayaknya :( , jadi mesti nyari PDA :D

Dare??!!

February 19, 2007

Manga 20th Century Boys bikin saya bolak-balik baca ulang setiap volumenya. Sepertinya di setiap volume selalu tersimpan misteri. Ini hanya salah satu misteri yang belum saya dapat jawabannya.
Bahkan si Konchi dan Kyoko Koizumi pun menyadarinya…(coba lihat vol 14)

Dan inilah penampakan yang membuat saya penasaran di volume 1. Setahu saya yang pergi ke lab Sains malam itu 4 orang (lihat gambar sebelah kanan, dari vol 14): Donkey, Keroyon, Konchi dan Mon. Tapi di gambar sebelah kiri dari volume 1, itu cerita flashback yang sama, tapi ada 5 orang disana. Orang paling belakang (panah merah) seperti sengaja tertutup kotak dialog sebagian.

Siapa dia? Kalau ceritanya dilanjutkan (vol 14)…Di atas (dalam lab) ada Fukubei, Yamane, anak bertopeng Ultraman (disangka sebagai Sadakiyo oleh Donkey) dan Donkey. Sedangkan Mon, Keroyon dan Konchi ketakutan nunggu di bawah.

Jadi merinding nih…Saya penasaran sama cerita tentang Katsumata…Anak yang kabarnya meninggal sehari sebelum percobaan membedah ikan gabus di lab sains…Cerita tentang Katsumata begitu misterius, seperti urban legend…Sepertinya kematiannya (klo bener mati) juga berkaitan dengan kolam pemancingan ikan yang bekas penggalian pasir itu.
Kalau nantinya jadi cerita hantu gitu kayaknya nggak banget deh.

Bagaimana? Ada yang udah tau?…. Spoiler boleh lah ^^

Beres-beres

February 12, 2007

Saptu Minggu kemaren dimanfaatin buat beresin rak buku. Koleksi manga-nya cuman dikit sih. Hobi baca doang, tapi gak hobi beli. Kepikiran beli-beli setelah punya penghasilan sendiri (cieeh). Soalnya gak enak juga baca sambil berdiri itu, cangkeul :D

[Sebelum]

[Sesudah]

Entah bertahan berapa lama kondisi rapi begini…
Setelah beres-beres, dilanjutkan ngahanca Musashi yang masih panjang banget itu…Makin seru!

Apocalypto

February 9, 2007

Jarang banget pesawat TV di bus UKI - Bogor muter film bagus. Biasanya sopir/kondektur lebih prefer nyetel VCD musik oldies, dangdut atau sekedar nayangin sinetron TV. Maka dari itu biasanya kalau tidak ada bacaan saya lebih memilih tidur di bus.

Tapi pas pulang malem kemaren, naek AgraMas yang lumayan bagus, ternyata bukan sinetron yang ditayangin. Sebuah film, entah dari VCD atau DVD player. Pertama sih nggak terlalu merhatiin. Bintang filmnya juga gak ada yang kenal. Tapi lama-lama kok seru juga. Film-nya tegang banget. Kejar-kejaran. Settingnya jaman baheula, pas suku-suku Maya lagi berjaya di Mexico sana. Sayangnnya gak nonton dari awal. Tapi puas juga karena ending-nya pas banget di pintu tol Bogor. Namanya juga di bus, filmnya seru, tapi soundtrack-nya jadi Iwan Fals (atau lagu apa yah lupa lagi…). Filmnya jadi bisu, menghargai sang pengamen yang sedang bekerja.

Terakhir ketahuan judul filmnya Apocalypto, bikinan Mel Gibson, pernah dapat nominasi Academy Award 2006 pula.
Kayaknya perlu dicari DVD-nya nih…