Salah satu command line favorit saya ketika login/SSH ke mesin Linux atau sejenisnya adalah screen (GNU Screen). Dengan command ini saya dapat menjalankan beberapa program terminal sekaligus dan membiarkannya tetap berjalan walaupun sesi SSH saya sudah putus. Dulu (duluuu sekali, ketika akses ke kampus masih tersedia…), command yang paling sering dijalankan adalah:
$ screen btlaunchmanycurses
Kemudian tekan Ctrl A+ D dan secara tidak bertanggung jawab menelantarkan program tersebut kelayapan malam-malam ^^.
Kemudian ketika suatu waktu ingin melongok kembali sesi screen tersebut tinggal ketik
$ screen -r
Namun sekarang sih nggak dipake buat gituan lagi. Tools ini biasanya saya pakai ketika hendak update server, mesti kompile program gede dan lama (misal ISPConfig) . Biasanya tinggal ketik:
# screen ./setup
Kemudian biarkan screen tersebut berjalan di background (detached dengan Ctrl A+D). Saya pun bisa logout dulu. Ketika login balik tinggal re-attach screen tersebut dan meneruskan pekerjaan. Simple dan hemat koneksi, apalagi kalau SSH via gprs seperti saya. Mau yang time-based ataupun paket based bisa ditolong dengan screen ini (gak perlu download tampilan output screen ketika kompile program).
Tentu saja tidak hanya satu sesi screen yang bisa dijalankan. Ketika berada di dalam salah satu screen kita bisa tekan Ctrl A+C untuk memulai sesi screen yang baru, dan yang lama tetap berjalan. Sesi screen otomatis berakhir ketika program yang kita jalankan selesai, atau jika kita meng-attach sebuah shell (misal Bash) kedalam screen, tinggal ketikkan exit untuk keluar.
Untuk melihat sesi screen yang sedang berjalan ketik:
$ screen -list
Demikianlah, untuk lebih jelasnya:
man screen
^^
Tautan:
Command line multitasking with screen
The Power of ’screen’ revisited