Setelah sempat ber-syak wasangka bahwa modemnya rusak, karena kalau dipasang di Ubuntu saya gak bisa detek jaringan operator (?). Indikator hanya nyala di bagian power, sementara modem-nya sudah dikenali dengan baik oleh driver sierra.
Secara modem sejenis punya temen saya tidak apa-apa ketika dipasang di Ubuntu ini, dengan SIMcard yang sama, wajar dong kalau saya berprasangka ada apa-apa dengan modem saya.
Tadinya sih ragu-ragu meng-klaim modem rusak, karena kadang-kadang indikator nyala kalau saya lagi coba-coba ngirim AT command via minicom. Cuman ya itu, random events, gak tau command mana yang bisa trigger dia bisa deteksi jaringan.
Settting modem sudah saya samakan (via minicom) dengan modem teman yang terbukti berjalan baik di Linux.
Pusing karena tidak mendapat pencerahan sore kemarin saya datang ke tokonya niatnya sih minta dituker.
Pas datang saya kasih tahu ini indikator LED untuk jaringan 2G maupun 3G gak mau nyala, kadang bisa nyala sih tapi cuman kalo lagi beruntung saja. Kalau indikator sudah nyala maka tidak masalah untuk dial apakah itu pake wvdial ataukah KPPP. Orang toko bilang wah di Linux gak bisa katanya. Gak bisa gimana wong saya pernah coba bisa kok. Akhirnya saya putuskan untuk suruh cobain di laptop Windows. Diinstalin program 3G Watcher sama InternationalNetworkSelection. Emang pertama kali sih di Windows juga lama deteksi jaringannya. Makanya dia pake manual scan pada program InternationalNetworkSelection itu. Tapi setelah disetting, save setting, kali kedua modem dimasukin langsung kedetek jaringanna, indikator led 2G/3G langsung berwarna orange. Wah berarti gak rusak dong, emang harus disetting dulu band-nya. Usut punya usut emang katanya modem ini defaultnya diset pake band US, jadi kalau dipake di luar harus diset dulu frekuensi band-nya.
Kemungkinan besar modem teman saya yang langsung bisa karena memang awalnya sudah disetup di windows.
Sayangnya di Sierra tidak menyertakan program serupa buat user Linux. Padahal mungkin cuman sekumpulan command AT saja (mungkiiin).
Karena belum yakin, setelah di setup dan terbukti jalan di Windows, saya matikan aplikasi 3G Watcher, radio di-off. Saya ganti colokin ke laptop saya (Ubuntu). Eh, malah gak nyala LED powernya, shimatta!. Coba colokin lagi ke Windows, eh bisa. Sekarang saya coba cabut tanpa mematikan radio di program 3G watcher-nya. Dipasang lagi di Linux, dan tralalala,LED power nyala begitu pula dengan LED 3G-nya. Yattaa!!
Jadi kesimpulannya fungsi untuk search sinyal di modem bisa dimatikan, dan kalau di Linux sebenarnya bisa menghidupkan kembali fungsi search sinyal radio itu dengan menambahkan command AT+CFUN=1 (tambahkan di wvdial atau settingan KPPP). Tapi biar gak ribet ya udah saya biarkan saja radio-nya on terus (dari Windows tidak dimatikan)
Akhirnya saya sadar bahwa saya kurang teliti baca Knowledge Base Sierra, karena ternyata ada disana disebutkan bahwa radio modem bisa dalam kondisi Off, dan harus dihidupkan ^_^.
Begitulah, akhirnya modem tidak jadi ditukar. Saya pun tidak jadi menginstall Windows lagi ^_^.
Sangat disayangkan Sierra tidak menyertakan program sejenis 3G Watcher ataupun InternationalNetworkSelection untuk para pengguna Linux. Kalau driver-nya sih memang disediakan, walaupun katanya unsupported, hiks, diskriminasi T_T
Berikut hasil test speedtest dengan modem, masih stuck di 3G sih, kayaknya memang daerah kosan saya (Slipi Jaya) tidak ke-cover jaringan HSDPA Telkomsel.

Tips:
Eject (safely remove) PCMCIA di Linux:
$ sudo pccardctl eject
Kalau mau aktifkan lagi (pcmcia masih terpasang):
$ sudo pccardctl insert