Jelajah Indochina #1

November 25, 2009 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Tidak lagi bertiga
Bertiga
Setelah jalan-jalan tahun kemarin saya jadi ketagihan, pengen nyobain lagi melancong ke negara lain. Dengan pertimbangan yang sama, masalah visa dan biaya, jadi ya paling seputar Asean saja dulu. Yang berbeda kali ini saya coba jalan sendiri. Pengen ngerasain solo-traveling (bukan jalan-jalan ke Solo), bikin rencana sendiri dan jalanin semuanya sendiri, tentu saja terima konsekuensinya sendiri juga. Bukannya gak mencoba ngajak teman, udah beberapa orang ditawarin, tapi masing-masing punya kesibukan sendiri. Ada yang memang belum dapet cuti, ada juga yang sudah punya itinerary sendiri .
Tentu saja ada untung ruginya jalan sendiri. Untungnya dari segi itinerary dan kebebasan memilih destinasi, ya suka-suka sendiri saja. Ruginya selain kadang merasa sepi juga budget bisa meningkat, misal tuktuk atau taksi yang sebenarnya bisa share dengan beberapa orang jadi harus bayar sendiri. (coba hitung kata ’sendiri’ di paragraf ini)

Persiapannya
Maklumlah ini solo-traveling pertama saya ke negeri orang, jadi persiapannya mesti rada bener. Tidak bisa seperti tahun lalu dimana semua urusan diserahkan ke teman saya, tinggal ikut saja.
Tiket dibeli hampir setahun sebelumnya, biasalah tiket promo AA. Belinya November 2008, untuk penerbangan akhir Oktober 2009. Semenjak pemesanan tiket promo, maka situs-situs yang wajib dikunjungi adalah forum Thorntree nya Lonely Planet, Reid on Travel dan beberapa blog yang saya lupa lagi url-nya. Mulai intensif nyari informasinya sih sekitar 2-3 bulan sebelum keberangkatan. Sementara pesan-pesan penginapan baru dilakukan sekitar sebulan sebelum keberangkatan dengan menggunakan jejaring hostelbookers dan hostelworld.
Untuk memperkuat fisik, saya mulai rutin lari seminggu sekali di Senayan :D . Kan gak seru kalau tiba-tiba sakit sebelum atau saat di jalan.

Rutenya
Mungkin terlalu berlebihan jika judulnya Indochina, namun paling tidak sebagian dari wilayahnya pernah disinggahi walaupun hanya seperminuman teh saja. Mudah-mudahan saja nanti ceritanya bisa disambung kalau ada kesempatan mengunjungi Laos dan bagian utara Thailand kapan-kapan (ayo siapa hendak turut?) :D .

The route
Jadinya hanya dua negara, Vietnam dan Kamboja. Tidak ada alasan khusus memilih kedua negara itu. Tentu saja Vietnam punya Halong Bay dan ada Angkor Wat yang termashur di Kamboja. Tapi ya semua negara juga pasti punya andalan wisata masing-masing, hanya masalah waktu dan biaya saja supaya bisa mengunjungi semuanya.
Secara singkat rute perjalanan dari 23 Oktober - 2 November 2009 adalah sebagai berikut:
Jakarta - Kuala Lumpur - Hanoi - Halong Bay - Hue - Hoi An - Danang - Ho Chi Minh City - Siem Reap - Kuala Lumpur - Jakarta.
KL hanya sebagai hub persinggahan saja karena semua pesawat AA bermuara disana. Itinerary-nya cukup padat, bahkan tadinya saya ingin memasukkan Sapa (wilayah pegunungan di utara Vietnam), namun rasanya tidak mungkin.

Semalam Di LCCT
Tadinya sih saya dapat pesawat Sabtu pagi banget dari Jakarta ke KL terus sorenya baru disambung KL - Hanoi. Namun ternyata ada pemberitahuan dari AA kalau pesawat sore ke Hanoi dicancel. Jadinya saya dipindahin ke penerbangan Sabtu pagi, dari KL jam 6:30. Mau gak mau saya minta ke AA supaya pesawat Jakarta - KL pun direschedule ke hari Jum’at. Dengan pertimbangan biar gak nunggu terlalu lama, saya pun minta penerbangan terakhir dari Jakarta. Beruntung juga direschedule karena dengan demikian saya jadi punya waktu lebih banyak di Hanoi.

Nyampe LCCT sudah lewat tengah malam, karena lapar langsung menuju McD yang buka 24 jam. Di dompet masih ada 15 RM sisa perjalanan tahun lalu, lumayan bisa dapat 1 burger gede plus minuman ringan :P . Tadinya sih mau duduk saja di situ nunggu sampe check in pesawat ke Hanoi di buka paginya. Walaupun ada WiFi gratis, tapi pegel juga kalau harus duduk terus nunggu berjam-jam lagi.

Sleepy at LCCT
Akhirnya saya putuskan jalan ke bagian Domestic Departure, ternyata disana banyak juga orang-orang yang senasib, pada kemaleman, beberapa malah terlihat sudah lelap tertidur dengan berbagai gaya. Untunglah masih ada 3 kursi berederet kosong, segera saya pasang ransel sebagai bantal, merebahkan badan, meluruskan kaki dan mencoba memejamkan mata.
Walaupun dulu sering latihan di di kantor kalau lembur, tidur di atas 3 kursi disusun berderet, tetep saja belum merasa nyaman. Alhasil badan tetap pegal-pegal dan mata masih tetap berat sampai Luna Sea jejeritan di hape saya tepat 4:00 AM.

Counter check-in ternyata sudah dibuka dan orang-orang sudah banyak yang antre. Disini sempat ada kendala sedikit, si mba penjaga counter menanyakan tiket balik saya. Katanya pemegang paspor Indonesia kalau berkunjung ke Vietnam harus punya return ticket. Karena saya berencana keluar Vietnam lewat jalan darat ke Kamboja jadi belum ada tiket bus, untunglah copy tiket Siem Reap - Kuala Lumpur juga bisa diterima sebagai bukti return ticket.

Di ruang ruang tunggu boarding ternyata musholanya sudah buka. Pas masuk kedalamnya tampak ada beberapa orang India yang masih tiduran disana. Ah nampaknya enak juga bisa tiduran disana, paling tidak tekstur alas tidurnya rata :P . Subuh itu pula pertama kalinya basa-basi dengan pelancong lain, seorang guru dari Srilanka yang kebetulan jadi makmum shalat saya.

Dengan kepala masih sedikit berat karena ngantuk dan mulai tanda-tanda sakit gigi, terbanglah saya menuju Hanoi. Petualangan selanjutnya dimulai setelah ini.

(bersambung…)

Disclaimer.
Tulisan ini (dan lanjutannya) murni narsis belaka, jika ingin tips dan trip backpacking mending gabung milis saja ya :D .

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://anmsid.blogsome.com/2009/11/25/jelajah-indochina-1/trackback/

  1. Gravatar Image

    “si mba penjaga counter menanyakan tiket balik saya. Katanya pemegang paspor Indonesia kalau berkunjung ke Vietnam harus punya return ticket.”
    Aya2 wae Upin Ipin mah… Hm… jadi ngecek2 itinerary gw nih. Sepertinya aman… :D

    Comment by mang kumlod — November 26, 2009 @ 10:09 am

  2. Gravatar Image

    kok kalian ga jln bareng?

    anmsid: sudah pernah ditawarin kok

    Comment by jube — November 29, 2009 @ 12:58 pm

  3. Gravatar Image

    interesting. cant wait to read next story.

    Comment by maharani — December 4, 2009 @ 12:49 pm

  4. Gravatar Image

    sebaiknya memang rupanya return ticket sudah dibawa krn kadang ditanyakan juga bahkan sejak di counter check-in jakarta. kemaren krn waktu pergi ke malay saya jadinya pake tiket one way dan kehilangan print out return ticketnya, sempet ditanyain sama petugas check-in di jakarta mana tiket pulang, katanya nanti bisa ditanyain sama petugas imigrasi jakarta (krn malaysia a bit strict soal visitor gelap dari indo ceunah).

    dan benar, oleh petugas imigrasi di jakarta saya ditanyain sembari make sure kedatangan ke malay hanya utk liburan, bukan urusan kerja. itupun si petugas imigrasinya masih harus merasa perlu menuliskan sedikit catatan di stempel paspor saya “berangkat tidak untuk bekerja” :p

    btw, ke laos dan thailand, saya turut ya. bilang2 kalau akan atur plan ke sana ;)

    anmsid: di imigrasi malah gak ditanya2 tuh, mungkin karena nama saya ada “Noor” kali ya :D
    Laos dan Chiang Mai, Insya Alloh 2 taun mendatang (duh cuti dikit2 amat sih
    )

    Comment by Peanut — December 16, 2009 @ 3:06 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.