Cerita tiga hari di Semarang

August 7, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan


Perjalanan kali ini termasuk mendadak, dan sebenarnya sih bukan perjalanan wisata. Kamis kemarin saya baru dapat tugas dari kantor untuk pergi Jum’at siang ke Semarang. Tujuannya test POC salah satu vendor IT yang akan jadi mitra kerjasama. Jatah espeje dari kantor cuman sampe Saptu (nanggung banget gak sih?!). Makanya secara saya masih melajang dan tiada ada kegiatan apapun di Jakarta, jadilah inisiatip extend sampe Minggu. Nombokin hotel semalam gak apa-apa lah. Yang penting tiket pesawat pulang pergi dibayarin :D .

Agenda dari kantor sih cuman dua, POC sama ngewakilin kondangan salah satu officer yang nikah. POC hari Jum’at, dan ke resepsi nikahan besoknya. Tak disangka POC yang mulai dari jam 3 berakhir malem banget sampe jam 10 karena beberapa kendala. Jadilah hari itu bener-bener murni kerja (lah emang mo ngapain?).
(more…)

Melongok negeri seberang #6 (end)

April 15, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Under the rain, looking for equator line…
Jejantas Udara Genting
Agak berlebihan nih intro-nya. Tapi bener juga kok, pas nyampe di LCCT Kualalumpur dari Phuket, langit sudah mendung. Akibatnya pas kita nyampe di KL Sentral Station hujan sudah turun. Karena ngejar waktu terpaksa kita hujan-hujanan nyebrang buat nyari Monorail Station dengan tujuan Imbi, tempat hostel Equator berada. Dari petunjuk yang didapat dari internet disebutkan alamatnya ada di lorong sekian nomor sekian. Jadinya kita kira ada di dalam gang gitu. Petunjuk pertama yaitu Jingga Cafe sudah terlihat ketika keluar dari statiun monorail Imbi. Jadilah kita hujan-hujanan lagi mulai menyusuri jalan kecil sebelahnya. Gak nemu tanda-tanda adanya hostel, nanya ke sebuah rumah makan yang ternyata pegawainya orang Padang sama Bandung, gak tau juga mereka. Baru ada pencerahan ketika nanya ke seorang pakcik India. Ternyata Equator itu pas banget di pinggir jalan gede, tepat di seberang mall Timesquare (west entrance), halah gak perlu deh masuk-masuk gang dulu :D . Sampai hostel basah deh, untung saja disambut dengan ramah oleh pengelola hostelnya. Disini kita sudah booking tiga bed di sebuah dorm yang waktu itu masih kosong.
(more…)

Melongok negeri seberang #5

April 14, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Dari kota ke pinggiran
Kita check-out dari Urban Age sekitar jam 10 pagi untuk mengejar pesawat jam 13:30 . Sayangnya tidak sempat pamitan dengan manager hostel yang ramah dan informatif itu, yang lagi standby saat itu orang lain yang baru kenal. Atas saran manager hostel pada hari sebelumnya, kita pilih pakai taksi ke bandara. Dan seperti biasa, pak supir gak mau pake meteran (argo), akhirnya main tembak 300B + tiket tol 65B, lumayan lah. Untung saja hari itu gak ada macet sedikit pun jadi dalam 1 jam bisa sampai dengan selamat di Suvarnabhumi. Kita langsung check-in, nunggu boarding, dan tanpa terasa babak perjalanan baru sudah menanti didepan mata.
Phuket International Airport
Phuket International Airport memang tidak sebesar Suvarnabhumi, namun ada yang khas dari bandara ini, yaitu bisa langsung lihat lautan. Angin laut yang segar sudah bisa terasa disini. Ah akhirnya bener-bener kerasa nih suasana liburan. Pokonya kalau liburan tuh harus ada pantai lah :D .
(more…)

Melongok negeri seberang #4

April 13, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Museum, Mansion dan another Wat,
Jalan-jalan di Bangkok babak kedua ini masih bareng sama Daigo-kun yang membatalkan rencananya ke Tiger Temple karena waktu yang mepet. Jadinya hari itu dia ikut jadwal kita mengunjungi Jim Thompson Museum. Museum ini merupakan rumah Jim Thompson, seorang Amerika yang menetap di Bangkok dan ikut memajukan seni sutra Thailand. Beliau menghilang secara misterius waktu jalan-jalan di sekitar Malaysia dan sampai saat ini belum diketahui keberadaanya. Rumah kayu ini sebenarnya daya tariknya biasa saja bagi saya, di kampung saya juga banyak soalnya. Cuman karena penataan dan pengemasannya yang menarik jadilah suatu paket wisata yang mengundang banyak orang datang. Jika ingin belanja sutera Thailand atau cendera mata khas lain dengan harga berkelas (mahal) disinilah tempatnya.
Jim thompson house
(more…)

Melongok negeri seberang #3

April 7, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Suvarnabhumi Airport

Welcome to Bangkok
Setelah lolos dari hampir ketinggalan pesawat di Changi, akhirnya sampai juga dengan selamat di Suvarnabhumi. Antrian imigrasi waktu itu sangat panjang, lumayan lama saya nunggunya, mungkin sekitar setengah jam. Beres masalah imigrasi, mesti nunggu lama lagi bus airport AE1 yang menuju Silom, tempat hostel kita berada. Ternyata dari Airport ke pusat kota Bangkok jauh juga, sekitar 1 jam perjalanan, ditambah lagi pas sampe Bangkoknya macet kayak Jakarta ajah. Kita juga bingung turunnya dimana, karena sang sopir suaranya kecil gak pake pengeras suara, tapi anehnya orang asing lain yang ikut satu bus, pada tau turunnya dimana (berarti sy doang yg budi ya :P ). Akhirnya setelah ngingetin ke supirnya buat turun di Silom Soi 8 (Soi = gang), nyampe juga, jalan dikit sih. Katanya Silom ini termasuk jalan paling sibuk di Bangkok, banyak kendaraan berseliweran dari mulai bus, tuk-tuk (bajaj-nya Bangkok), motor sampe kendaraan pribadi, susah buat nyeberang.
(more…)

Melongok negeri seberang #2

April 4, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Singapore, first time abroad…
Negara kota berlambang mahluk transmutasi singa sama duyung ini boleh bangga karena jadi negara pertama di dunia yang mendapat kunjungan pertama saya ke luar negeri. .
Untuk menghemat fiskal kita sengaja lewat jalur laut ke Singapura. Dari Hang Nadim menuju Batam Center dengan taksi Rp 70rb sharing bertiga. Di pelabuhan Batam Center sebelum pemeriksaan imigrasi kita mesti bayar dulu fiskal Rp 500rb/orang (klo lewat udara fiskalnya 1jt).
Perjalanan dengan ferry memakan waktu sekitar 1 jam, nyaman juga kok walaupun penuh tapi kebagian tempat duduk. Tadinya saya kira bisa jalan-jalan keluar, di geladak terus berpose ala Titanic, ternyata gak bisa. Ferry-nya kecil, lebih gede dari bus sih, cuman penumpang bener-bener terkurung didalam.
(more…)

Melongok negeri seberang #1

March 27, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

rei backpackMukadimah, asal mula, persiapan dan rencananya
Ada yang bilang bahwa perjalanan sebenarnya sudah dimulai dari perencanaanya (lupa deh siapa yg bilang)…
Berawal dari sebuah pesan YM Teguh sekitar Agustus 2007, ajakan yang tadinya saya kira main-main.

Eh aku ada rencana backpacking sama temen-temenku, mo ikut gak?
Kemana? Okinawa? Saya balas dengan becanda.
Jelajah 5 kota 4 negara, begitu katanya. Jakarta, Batam Singapore, Bangkok sama Kuala Lumpur (ya ya yang Indonesia harusnya gak masuk itungan), dengan biaya total kurang dari 5 jt.

Bahasa keren dari model jalan-jalan irit ini adalah backpacking, karena biasanya si pelaku suka bawa-bawa ransel/rucksack segede gaban (kira-kira 45-60 lt) buat bawa-bawa barangnya ketimbang koper. Walaupun pake ransel tinggi gitu memang keliatan sangat gagah dan keren, tapi tujuan utamanya bukan buat keren-kerenan sih, buat ngambil praktisnya aja, gampang dipanggul kemana-mana.
(more…)

Berkelana…

March 14, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Rencana rute perjalanan seminggu(15-23 Mar 08): CGK-BTH-SIN-BKK-HKT-KUL-CGK

Mohon do’anya semoga diberi keselamatan dan lancar sampai kembali ke tanah air (deuh..)

Kalau sempet saya update di Twitter :D

Update:
Baru pulang senen subuh, ngantugh bgt dah.
Masih blom nyiapin poto2 buat uplod+entry blog
Seru bgt sih, tapi jadi ngerasa kayak gini, hihihi

CityDailyPhoto: Satu photo setiap hari

March 3, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Belum kesampean jalan-jalan keliling dunia? Jangan khawatir, cukup buka internet dan blogwalking-lah ke beberapa blog anggota citydailyphoto. Dijamin pasti makin pengen.

Apa itu citydailyphoto? Dari namanya sudah jelas kan…proyek ini diawali tahun 2005 oleh seorang fotografer amatir, Eric Tenin yang sangat menyukai kotanya, Paris. Beliau pun rutin mem-posting foto-foto tentang kotanya setiap hari ke situs Paris Daily Photo. Ternyata banyak orang yang tertarik dengan idenya kemudian mulai membangun situs serupa, yaitu posting tentang kota mereka, apakah itu tentang bangunannya, event tertentu, landscape, kegiatan orang disana atau makanan khas kota tersebut.

Saya belum tahu apakah memang para pemilik situs citydailyphoto ini tiap hari jepret terus langsung posting, ataukah memang sudah ada stok beberapa photo kemudian diposting tiap hari. Entahlah, tapi dengan spirit posting satu photo setiap hari saya rasa konsistensinya perlu diacungi jempol.
Satu hal lagi yang menarik, setiap bulan biasanya suka diadakan satu tema yang sama, jadi misal ditentukan pada tanggal sekian harus posting tentang grafity di kotanya.
Sampai saat ini sekitar 515 situs tergabung kedalam komunitas citydailyphoto (dan masih terus bertambah…).

Kota-kota di Indonesia pun tak mau kalah, silahkan saja coba berkunjung ke Jakarta, Bogor, Bandung, Denpasar, Semarang, Cibubur dan yang belum kesebut jangan marah ya.
Karena Jakarta dan Bogor sudah ada dan saya pun gak mungkin bikin Ciamis Daily Photo karena setaun cuman beberapa kali saya pulang, makanya sampai saat ini hanya sebagai penikmat saja.

Favorit saya? Perlukah dipertanyakan? Tentu saja: Kyoto dan Tokyo ^^

Ya semua itu hanya sebagai sneak preview, cita-cita utamanya adalah kunjungan resmi di dunia nyata hahaha, Amiiiin

TMII: Love the sky

February 24, 2008 | Posted in Rants, Jalan-jalan

Mari kita bernostlagia sejenak… Saya inget pernah ke TMII, setidaknya ada poto kenangan waktu study tour SMP, dipoto di depan gerbangnya. Setelah itu, gak ada poto-poto lagi, dalemannya TMII kayak apa saya nggak tau. Yang saya ingat, saya terkapar di suatu klinik, ya masih di TMII, mabuk daratan. Mungkin saya satu-satunya siswa di sekolah waktu itu yang tau klinik-nya TMII (bangga dong).

Sekarang udah gengsi, masak naek kendaran masih suka mabuk-mabukan. Lagian dari Slipi mah tinggal naek 46 atau P6 ke UKI, habis itu sambung angkot merah ke TMII, naek taksi pun gak masalah, tarif lama paling sekitar 15 rebu dari UKI.

Kenapa bisa nyasar ke TMII? Ceritanya ada rombongan piknik dari kampung saya, 2 bus, ortu pada ikut. Tujuan utamanya adalah mesjid Kubah Emas Dian al Mahri Depok. Sebagai anak yang baik dan jarang pulang tentu ini merupakan kesempatan emas untuk bertemu ayah ibu dengan cara lumayan murah (gak perlu pulang!). Sayangnya yang tadinya mau ke Depok dulu, batal karena saya dan kakak kesiangan, gak sempet kesana, dan disuruh langsung ke TMII aja.
Ya udahlah kepanjangan ceritanya…


Pagi itu cerah, tidak basah….


Angin semilir…


Awan ber-arak riang…
Saya suka langitnya waktu itu, biru berawan, kayak di luar negeri (kayak pernah aja). Walaupun hanya pagi hari aja sih. Menjelang siang, langit khas Jakarta yang kelabu seperti berkabut mulai mendominasi.
Orang-orang pun cukup ramai, maklum hari libur. Ada pertunjukan kuda lumping pula. Buat jalan-jalan bareng keluarga masih lumayan menyenangkan.
Tiket masuk Rp 9000/orang.

Next Page »