Tenten, Maru, Ya, Yu, Yo
May 14, 2008Masih tentang Hiragana nih, biar gak lupa. Soalnya sekarang udah mulai belajar Katakana juga.
Terima kasih kepada Tenten (baca: teng teng) dan Maru, karenanya lah huruf Hiragana yang sebenarnya mesti bener-bener dihafal itu ‘hanya’ 46 huruf saja. Tenten itu berupa 2 garis pendek di sekitar kanan atas huruf hiragana. Ketika diterapkan ke hiragana yang berkonsonan K dibaca G, ke huruf T menjadi D, ke huruf S menjadi Z, dan ke H menjadi B. Sedangkan Maru yang berwujud bulatan kecil hanya diterapkan ke huruf H sehingga dibaca P.
Contoh penggunaan tenten:
こ (ko) ==> ご (go)
さ (sa) ==> ざ (za)
て (te) ==> で (de)
ひ (hi) ==> び (bi)
Maru hanya dipakai untuk hiragana berkonsonan H dan menjadi dibaca P, contoh:
ひ (hi) ==> ぴ (pi)
Ya yu yo kecil (ゃ ゅ ょ) ditambahkan ke huruf yang bervowel i, seperti Ki(き), Bi(び), Ri(り) dsb untuk membentuk bunyi seperti Kya, Byo, Ryu dsb. Bedanya dengan ya yu yo sebagai huruf mandiri, adalah ukurannya lebih kecil dan dekat dengan huruf pendampingnya.
Contoh:
きゃ (ki + ya => kya)
びょ (bi + yo => byo)
りゅ (ri + yu => ryu)
Selain itu ada juga tsu kecil (っ) yang dipakai untuk medouble-kan atau memberikan tekanan pada konsonan setelahnya. Mirip-mirip sama tasydid lah ^_^. Misal pada kata きっぷ (Kippu = karcis/tiket) bedakan dengan きつぷ (Ki tsu pu = gak tau deh artinya). Atau あさって (Asatte = Lusa), bedakan dengan あさつて (A sa tsu te).
Hanya huruf-huruf berkonsonan T, S, P dan K saja yang bisa memakai tsu kecil ini.
Demikian sekedarnya, sebagai pengingat saja. Masih banyak yang harus dipelajarin, tapi jadi tambah semangat.
Betulkan saya jika saya salah (cmiiw?)







