Wah dapat operan puisi dari Mang Kumlod. Untungna bukan puisi cinta, klo iya bisa merinding saya
Hatur nuhun ah, tos diangken.
Begini bunyinya…
We need friends for many reasons,
all throughout the season.
We need friends to comfort us
when we are sad,
and to have fun with us when we are glad.
We need friends to give us good advice,
We need someone we can count on,
and treat us nice.
We need friends to remember us
one we have passed
sharing memories that will always last.
Entahlah siapa yang pertama kali menulis puisi indah ini.
Walaupun dalam test aura katanya saya adalah seorang penyendiri namun tak pernah merasa sendiri
, tentu saja sebagai manusia, makhluk sosial, saya perlu juga manusia lainya, perlu teman juga.
Karena ada tugas buat dioperin lagi, setelah menimbang dan memutuskan maka didaftarlah 3 penerima operan puisi berikut.
Aa Alit: dia yang tak mau disebutkan namanya. Sbenerna temen kuliah saya waktu di Bogor dulu, sama-sama orang Sunda, sama-sama rada pendiem (saya mah nggak perasaan). Pas jaman kuliah kalau wesel dari kampung telat, Aa ini selalu bisa diandalkan untuk menyambung hidup saya barang 1 hari 2 minggu hari (gak nyampe 1 bulan ah
). Sekarang nampaknya sedang bertapa di kampung halamannya sembari memperdalam ilmu agama dan mencari ilham untuk masa depan. Semoga sukses dan dimudahkan segala urusannya ‘A.
Adit: Master dari segala master, sang Ustadz. Urusan akhiratnya nomor wahid, namun urusan dunia, baik itu yang nyata maupun maya tiada pernah ketinggalan. Contoh ideal pemuda dambaan pemudi, fans-nya banyak pula. Darinya saya banyak belajar, dan dapat kerjaan juga sih
. Sekarang katanya sedang membuka pendaftaran calon istri gelombang keberapa ya? Semoga saya cepet dapat undangan lah.
Teguh: Si pengembara (cita-citanya), sekarang sedang di karantina katanya di Jatiluhur. Dialah yang pertama ngajak saya berkelana melongok negeri seberang. Mudah-mudahan walaupun sudah beda institusi, masih bisa jalan-jalan bareng menjelajah belahan dunia lainnya (deuh mantap). Semoga sukses di tempat barunya, jangan lupa masih utang traktiran makannya!
Sekian operannya, walaupun frekuensi ngeblog ketiganya disinyalir kurang, diharapkan baton ini tidak putus.
Semoga berkenan.
(Kalau di imel, artikel-artikel berantai begini biasanya gak saya forward, hehe
)