Me want one!

June 22, 2008 | Posted in Rants, Gadgets

lazy geek cushion
Modelnya? Laptopnya? ataukah bantalannya? どちでもいいです, yang manapun okelah ^^
Produk lain dari Thanko, seperti halnya meja laptop dulu.
Blogging maupun coding jadi nyaman tanpa derita sakit pinggang.
Saya perhatikan perusahaan ini sangat kreatif dengan mengeluarkan produk-produk praktis namun fungsional.

Disini nyari dimana ya?

via: AkihabaraNews

9,000,000,000,000

June 12, 2008 | Posted in Rants

Kennedy 1 billion dollar bill
Ya, 9 trilyun, itung sendiri angka nolnya. Itulah kira-kira rupiah yang bakal didapat kalo kita nemu duit USD 1 milyar.
Mau angka yang lebih cantik coba tanya google buat kurs-in 1 billion USD ke IDR.
Nemu darimana?
(more…)

Mount noexec

June 7, 2008 | Posted in Rants, Linux and OSS

Tadi pagi ketika cek imel log dari server saya bingung kenapa gak ada laporan apapun dari OSSEC-HIDS. Pas dicek di server, ternyata memang itu daemon gak jalan. Heran, padahal udah diset autostart pas booting (server-nya emang habis restart gara-gara listrik mati :( ). Coba jalanin manual, eh malah ditolak, padahal saya udah pake root.

root@server: # /etc/init.d/ossec start
/etc/init.d/ossec: /var/ossec/bin/ossec-control: /bin/sh: bad interpreter: Permission denied

Lah bingung saya, padahal sebelumnya kan jalan normal. Coba googling, ketemu thread milis ini.
Jadi inget emang /var dan /tmp dimount dengan opsi noexec*, biar gak ada program aneh-aneh yang jalan disana :P
Akhirnya setelah jalanin:

# mount -o remount,exec /var

bisa juga tuh /etc/init.d/ossec yang manggil /var/ossec/bin/ossec-control dijalanin.
Setelah jalan tutup lagi aja opsi exec-nya pake,

# mount -o remount,noexec /var

Dulu gara-gara noexec ini sebenarnya pernah juga kejadian, yaitu pas jalanin apt-get. Ada paket-paket tertentu yang langsung jalanin script konfigurasi mereka di /tmp atau /var/tmp. Jadinya ya gak bisa. Untuk yang satu ini sebenarnya bisa ditambahin opsi di /etc/apt/apt.conf, sehingga menjadi

DPkg {
  Pre-Invoke  {"/bin/mount -o remount,exec /tmp";};
  Post-Invoke {"/bin/mount -o remount,noexec /tmp";};
  Pre-Invoke  {"/bin/mount -o remount,exec /var";};
  Post-Invoke {"/bin/mount -o remount,noexec /var";};
}

Semoga bermanfaat. cmiiw

*catatan: jika dan hanya jika /var dan /tmp punya partisi sendiri

Goosh: google shell

June 4, 2008 | Posted in Rants, Linux and OSS

Goosh: google shell
Satu lagi kerjaan orang iseng, menarik juga idenya. Setelah dulu ada jsuix. Eh sekarang ada yang bikin shell google, web based sih.
Coba-coba deh. Lebih enak makenya kalau terbiasa pake CLI. Udah lumayan lengkap pula, bisa image, blog sama video search, translate juga bisa. Bahan utamanya sepertinya adalah teknologi AJAX sama google API.
Silahkan coba goosh disini.

Kalau mau command line search engine yang beneran di Linux? Coba surfraw. Kita masukin command dari terminal, dan hasilnya dia buka bisa lewat GUI web browser atau text web browser (w3m, lynx dsb).
Di Ubuntu untuk menginstallnya tinggal: sudo apt-get install surfraw.

Dorama atau Jmovie tentang Backpacker?

June 1, 2008 | Posted in Rants, O-Stuffs

yuuki - backpacker
Tidak sengaja nemu file .avi ini waktu lagi bosen, nyari-nyari film yang mau ditonton di tumpukan dvd hasil barter. Yuuki ユウキ judulnya. Entah kenapa ditulis dalam katakana. Padahal kata ini aseli dari Jepang yang berarti courage 勇気, orang yang diceritakan sebagai Yuuki ini pun aseli Jepang.

(more…)

Da Di Du De Do

May 29, 2008 | Posted in Rants, O-Stuffs, Nihongo

Hahaha di bus kepikiran terus habis test Kana tadi. Test gabungan Hiragana sama Katakana. Ada soal, gampang sebenernya, disuruh nulis ‘Indonesia’ dalam Katakana, harusnya kayak gini: インネシア. Tapi dengan ribetnya saya gak inget sama sekali klo ada ト (To) yang bisa diberi tengteng jadi ド (Do). Kepikiran terus sama tulisan Candy yang ditulis キャンディー. Jadinya Do-nya saya ganti jadi デォ (De +o). Entah jadi apa tuh bacaannya :P . Padahal cuman Di yang diperlalkukan khusus karena memang tidak ada huruf Ti (pakenya Te+i: ティ), adanya Chi. Eh sama Du, karena tidak ada Tu (pakenya To+u: トゥ), jadinya Du ya Do+u ドゥ.

Entah kenapa kalau nulis saya suka belibet, kadang malah jadi bikin huruf sendiri. Secara garis besar dalam bayangan saya sudah terbentuk gambaran hurufnya. Tapi pas mau ditulis suka ragu ini sebeneranya garisnya miring kemana? Buntutnya ke kanan apa kiri? Jadi ya gitu seringnya improvisasi sendiri :P
Tapi beberapa teman les malah kebalikan, mereka lebih gampang/cepet nulis daripada baca katanya.

Ya tadi adalah pertemuan terakhir (#10) kelas bahasa Jepang yang saya ikuti. Karena masih elementary (dasar banget) jadi kayaknya mesti lanjut nih ke Beginner 1 (lah masih pemula juga). Tentunya setelah dapat kabar kalau test yang tadi dinyatakan lulus :D .
Amiiiin.

Oleh-oleh dari Gelar Jepang 2008

May 19, 2008 | Posted in Rants, O-Stuffs

matsuriHari Minggu kemarin jalan-jalan sendirian ke UI Depok, nonton sekalian hunting Gelar Jepang 2008. Dari stasiun Cawang hanya membayar Rp 1500 saja pake KRL ekonomi untuk sampai ke stasiun UI dengan melewati 6 stasiun dan waktu tempuh kurang dari setengah jam.
Nyampe sekitar jam 11-an dan langsung berbaur dengan keramaian sambil jepret sana sini. Agak siangan matahari makin terik.

Acaranya sendiri sebenarnya sudah mulai dari hari Jum’at tgl 16 dan berakhir hari Minggu tgl 18. Sayang saya hanya datang di hari terakhir saja, karena biasanya kalau ada cosplay dan band itu yang datang lebih rame. Padahal kalau dilihat dari susunan acaranya, hari-hari sebelumnya tampaknya menarik juga.
(more…)

Engrish, Katakana dan Flashcard

May 17, 2008 | Posted in Rants, O-Stuffs, Nihongo

Katakana flashcard Ini nih salahsatu yang bikin susah belajar bahasa Jepang. Kenapa mesti ada Katakana segala buat nulisin kata-kata serapan dari bahasa asing, kenapa gak pake Hiragana aja atau pake alfabet sekalian :D . Masih mending kalau huruf-hurufnya gak jauh beda sama Hiragana, ini mah beda banget. Yang paling mirip cuman リ(ri) dan ヘ(he), yang agak mirip キ(ki), カ(ka) dan ヤ(ya). Yang lainnya sama sekali beda, yang ada malah mirip antar Katakana nya, cuman beda arah penulisan dan kemiringan aja seperti ツ dan シ (tsu dan shi), ソ dan ン (so dan n) nambah puyeng deh x_x.

Tapi belajar Katakana seru juga, kadang bisa ketawa-ketiwi geli saking lucunya. Katakana itu kan digunakan buat menuliskan kata-kata dari bahasa asing (mostly English), termasuk nama negara dan nama orang bukan Jepang. Kata-kata serapan asing itu ditulis bukan berasal dari cara asli penulisan alfabetnya, melainkan dari cara orang Jepang melafalkannya. Mungkin mirip ketika di Kualalumpur saya melihat penulisan Stesyen yang ternyata dari kata Station.
Kita tahu lidah orang Jepang susah melafalkan huruf L (jadi R), terus dia juga nggak bisa pake huruf mati, mesti ada vowelnya.
Contoh beberapa kata serapan asing yang ditulisa dalam Katakana.

ネクタイ (Nekutai) => Necktie
ハンサム (Hansamu) => Handsome
トイレ (Toire) => Toilet
クレヨン (Kureyon) => Crayon
アジア (Ajia) => Asia
サーター (Saa taa) セーター (See taa) => apa coba??? Sweater ! Kenapa gak jadi suitaa??!!

Jika nama Asep ditulis dalam Katakana maka akan menjadi アセップ (Aseppu).
Oh ya aturan tenten, maru, ya, yu, yo dan tsu kecil untuk mendoublekan konsonan sama dengan Hiragana. Untuk suku kata yang panjang seperti sweater diatas, digunakan strip, bukan vokalnya seperti Hiragana.

Kalau di tempat kursus sih biasanya pake kartu-kartu bergambar, kemudian ada tulisan alfabet English dan katakana-nya. Biasanya saya tebak-tebak aja cara bacanya orang Jepang gimana, baru deh cocokin Katakana-nya, soalnya belum hafal. Untuk menghafal sendiri saya print lagi flashcard Katakana, kali ini yang dibaliknya bukan alfabet lagi, tapi sudah Hiragana. Kan Hiragana udah lumayan hafal, jadi sekaligus memperlancar lah.
Untungnya ada game katakana practice juga, buat latihan.
Ganbarimasu!

Tenten, Maru, Ya, Yu, Yo

May 14, 2008 | Posted in Rants, O-Stuffs, Nihongo

Masih tentang Hiragana nih, biar gak lupa. Soalnya sekarang udah mulai belajar Katakana juga.
Terima kasih kepada Tenten (baca: teng teng) dan Maru, karenanya lah huruf Hiragana yang sebenarnya mesti bener-bener dihafal itu ‘hanya’ 46 huruf saja. Tenten itu berupa 2 garis pendek di sekitar kanan atas huruf hiragana. Ketika diterapkan ke hiragana yang berkonsonan K dibaca G, ke huruf T menjadi D, ke huruf S menjadi Z, dan ke H menjadi B. Sedangkan Maru yang berwujud bulatan kecil hanya diterapkan ke huruf H sehingga dibaca P.

Contoh penggunaan tenten:
こ (ko) => ご (go)
さ (sa) => ざ (za)
て (te) => で (de)
ひ (hi) => び (bi)

Maru hanya dipakai untuk hiragana berkonsonan H dan menjadi dibaca P, contoh:
ひ (hi) => ぴ (pi)

Ya yu yo kecil (ゃ ゅ ょ) ditambahkan ke huruf yang bervowel i, seperti Ki(き), Bi(び), Ri(り) dsb untuk membentuk bunyi seperti Kya, Byo, Ryu dsb. Bedanya dengan ya yu yo sebagai huruf mandiri, adalah ukurannya lebih kecil dan dekat dengan huruf pendampingnya.
Contoh:
きゃ (ki + ya => kya)
びょ (bi + yo => byo)
りゅ (ri + yu => ryu)

Selain itu ada juga tsu kecil (っ) yang dipakai untuk medouble-kan atau memberikan tekanan pada konsonan setelahnya. Mirip-mirip sama tasydid lah ^_^. Misal pada kata きっぷ (Kippu = karcis/tiket) bedakan dengan きつぷ (Ki tsu pu = gak tau deh artinya). Atau あさって (Asatte = Lusa), bedakan dengan あさつて (A sa tsu te).
Hanya huruf-huruf berkonsonan T, S, P dan K saja yang bisa memakai tsu kecil ini.

Demikian sekedarnya, sebagai pengingat saja. Masih banyak yang harus dipelajarin, tapi jadi tambah semangat.
Betulkan saya jika saya salah (cmiiw?)

Mengingat Hiragana

May 6, 2008 | Posted in Rants, O-Stuffs, Nihongo

Lagi giat-giatnya nih mencoba menghafal deretan huruf Hiragana. Padahal mah baru Hiragana, belom Katakana, apalagi Kanji, tapi kok rada-rada susah ngapalinnya.Tanda-tanda penuaan udah mulai nampak nih, susah ingat, gampang lupa, banyak pikiran :D .
Enaknya belajar bareng di tempat kursus adalah motivasi saya lebih kuat, kan malu juga kalau pas ditanya-tanya, yang lain udah pada lancar, eh saya masih bengong. Jadi mau gak mau musti cepet hafal.

Untuk membantu mengingat, saya print Hiragana Flashcard, bulak-balik. Satu sisi huruf Hiragana-nya, sisi belakangnya Romaji-nya. Ukurannya kecil jadi bisa dimasukin saku dan dilihat-lihat waktu bengong di bus atau nongkrong di toilet.

Hasilnya? Belum lancar-lancar amat sih, saya masih perlu waktu beberapa detik untuk bisa mengenal suatu huruf. Untuk latihan, di internet banyak bertebaran games-games kecil untuk mengingat huruf Jepang ini. Diantaranya adalah Hiragana Practice dan Kanaquiz.
Hiragana Practice

Walaupun pake mikir dulu, saya masih bisa mencocokan huruf Hiragana dengan Romaji-nya. Yang susah sebenarnya adalah kalau dibalik. Dikasih Romaji, kemudian disuruh nulis Hiragana-nya, nah kalau itu saya masih kebulak-balik. Belum lagi urutan nulis garis-garisnya ternyata mesti bener.

Begitulah laporan perkembangan kursus Jepang saya sampai 3x pertemuan, nanti malem udah mulai ada test :D .
Do’akan saya…

« Previous PageNext Page »